Mungkin sebelum masuk ke inti pembahasan ada baiknya kalo saya melakukan pengakuan dosa dulu: saya baca ebook bajakan, download dari t*rrent, dan sekarang saya merasa bersalah dan menyesal, buku sebrilian The Martian tidak layak diperlakukan seperti ini.
Liat cover langsung wuoooh, heh?. Kok astronotnya kayak di gurun Sahara terus kena badai pasir gitu?. Kok warnanya gak gelap? *krik*. Maaf pemirsa, karena kurangnya pengetahuan saya di bidang astronomy, jadi kalo ngomong luar angkasa pikiran saya langsung terbayang tempat yang gelap, dingin dan penuh batu meteor. Belakangan baru saya tau ini lokasinya di Mars (woy judulnya udah jelas2 The Martian!!!). Seperti di bumi, planet mars juga ada siang dan malamnya, dapat sinar matahari, ada gurunnya, trus ada badainya juga.
Karena bukunya dalam English, maka mulailah saya sok sok-an membaca walaupun dengan level bahasa inggris saya yang masih saingan sama Tukul Arwana. Ceritanya sebenarnya simpel, berkisah Mark Watney seorang astronot yang "ketinggalan" sendirian di planet Mars. Ia harus bertahan hidup di permukaan planet Mars yang tidak mendukung adanya kehidupan, melawan badai, suhu dan tekanan yang rendah, kurangnya oksigen, tidak adanya air, persediaan makanan yang menipis dan tidak bisa berkomunikasi untuk minta tolong ke bumi. Sedangkan di bumi, NASA dan pemerintah bahu membahu melawan waktu berusaha mengirim bantuan, sebelum Mark Twain tewas melawan kejamnya planet Mars.
Kedengarannya sangat depressing ya, but no no no, buku ini tidak bikin depresi seperti di film Gravity nya Sandra Bullock atau Cast Away nya Tom Hanks, jauh dari itu, sebagian besar isi bukunya lucu, gak percaya baca sendiri hehehe. Yang lucu bukan plot nya tapi si pemeran utama Mark Watney. Itu orang lucu, ceroboh, kalo ngomong gak ada saringannya, nerd. tapi dia pintar (botanis, engineer, chemist), periang, banyak akal dan tidak gampang menyerah hehehe.
Dan jangan berharap adanya kemunculan alien di sini, no no no, buku ini menyuguhkan hal-hal yang realistis saja. Buku ini memberikan pesan betapa pentingnya sains untuk bertahan hidup. Tidak menutup kemungkinan kan, suatu saat kita tersesat di suatu tempat dan kita hanya mengandalkan akal untuk menyelamatkan diri.
Settingnya di tiga tempat, di Mars, di bumi, dan di roket yang seharusnya membawa kembali Mark Watney ke bumi.
Untuk bagian di Mars, kita akan berhadapan dengan sudut pandang si Astronaut yang dituangkan dalam semacam diary a la Princess Diaries gitu. Jadi, siap siap saja berhadapan dengan gaya bahasa yang humoris, absurd, nyeleneh, dan apa adanya. Satu lagi, ingat-ingat kembali pelajaran matematika, fisika , kimia dan biologi kamu karena akan sangat berguna. Percaya deh!.
Halaman-halaman pertama saja saya sudah kaget, kemudian terpingkal-pingkal. Ini buku science fiction atau bukunya Raditya Dika sih. Penjelasan yang harusnya serius ujung -ujungnya ngakak gara-gara ditambain line-line yang lucu sama si Mark Witney. Puncaknya waktu dia ngumpulin eek nya sendiri untuk dijadikan pupuk buat tanam kentang, itu bikin saya gak tahan, ketawa sampai sakit perut.
Sedangkan bagian yang di bumi, diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga, tetap lucu dengan dialog yang cerdas a la serial tv amerika, agak "drama", tapi tidak semenyenangkan bagian di Mars, dan diselipkan sedikit intrik politik. Tiap baca bagian ini saya pengen cepat-cepat lanjut ke bagian nya Mark Watney.
Bagian yang di roket ahhh, saya merasakan persahabatan Mark dengan astronot yang lain, mereka rela melakukan apa saja dan mengorbankan nyawa mereka sendiri untuk menyelamatkan Mark.
Buku ini juga berhasil bikin saya nangis (dikitttt) bahagia, tegang, tahan napas, lalu kemudian sujud syukur, dan sempat juga sedih kasian sama Mark di beberapa bagiannya tapi tidak usah saya tuliskan lebih rinci, baca sendiri lah.
Overall, buku ini ibaratnya Armageddon + Gravity + Cast away + selipan tulisan Raditya Dika. Memikat saya dari kalimat pertama. 5 bintang untuk :
1. Karakter utama yang unik dan lovable,
2. humor yang bikin saya ngakak,
3. suspense yang terjaga dari awal sampai akhir,
4. science, science, science, and math.
5. Dialog a la serial TV komedi Amerika hehehe.
See you at the next book.





